Beranda > Hindu (3^~) > GANESHA (ShangHyang Gana)

GANESHA (ShangHyang Gana)

GANESHA (ShangHyang Gana)

Image

Kekaguman saya berawal dari pura gunung  salak ketika ngelinggihang Sri ganesha  di jaban pura

Dari sinilah saya mulai melakukan bhakta dan artinya

Image

Dewa Ganesha

Ganesa (Sansekerta गणेश ganeṣa dengarkan) adalah dewa ilmu pengetahuan. Dalam pewayangan disebut Batara Gana, merupakan salah satu putra Batara Guru (Siwa). Gana diwujudkan berkepala gajah dan berbadan manusia. Dalam pewayangan ia tinggal di kahyangan istananya disebut Glugu Tinatar.

Oleh orang-orang bijaksana, Ganesha diberi gelar Dewa pengetahuan, Dewa pelindung, Dewa penolak sesuatu yang buruk, Dewa keselamatan, dan lain sebagainya. Dalam ukiran-ukiran di candi, patung-patung dan lukisan, Beliau sering dilukiskan:

berkepala gajah, bertangan empat,  berbadan gemuk, menunggangi tikus

Bermuka gajah melambangkan Dewa Ganesha sebagai perintang segala kesulitan, bagaikan gajah merintangi musuhnya dengan gading yang tajam dan belalai yang panjang. Bertangan empat melambangkan filsafat “empat jalan menuju kebahagiaan”. Berbadan gemuk sebagai lambang orang berbadan besar yang sanggup mengalahkan musuh-musuhnya. Dewa Ganesha menunggangi tikus sebab tikus melambangkan keragu-raguan dalam menghadapi suatu hal, maka dari itu Ganesha berusaha merintangi segala kesulitannya.

Ganesa juga dikenal  dengan nama Vinayaka, dewa yang paling terkenal secara universal dan dipuja di mana saja di dunia ini, popular sekali di dunia barat, karena merupakan  lambang ilmu-pengetahuan duniawi, spiritual dan sains, dan sekaligus menggambarkan manusia dengan segala peri-kemanusiaan, peri-kebinatangan dan peri kedewaannya secara utuh. Lambangnya hadir di agama Budha dalam bentuk Swastika merah, sebagai salib dalam  kepercayaan Nasrani,  dan dibalik oleh  kaum Zionis (menjadi lambang istri  Ganeshya yang bersifat iblis). Jangan sekali-sekali  memuja lambang  swastika  berwarna hitam secara terbalik, iblis cepat sekali datang menyesatkan anda.

Tidak ada suatu upacara apapun juga di dalam Hindhu Dharma yang dapat dimulai tanpa  memuja Dewa Ganeshya dulu, karena para dewa-dewi pernah melakukan kesalahan dalam menjaga kelestarian  jagat-raya ini, maka mandate sepenuhnya dari Yang Maha Esa diwakilkan seluruhnya kepada Ganeshya, termasuk orang-tuanya  harus tunduk kepada sabda Tuhan ini. Beliau juga adalah Vigneswara (penetralisir)  dan Vighnaraja (pengusir bala atau bencana). Namun bentuknya yang aneh sering  mengundang tanda tanya.

Sesungguhnya  berbagai mantram-mantram menyiratkan Ganeshya pada awal mulanya telah  hadir di Rig-Veda (2.33.1) dan (10.112.9), sebagai  konsep paling dini, yang kemudian lambat laun berkembang menjadi Ganeshya  masa kini. Ganapati-Brahmanaspati (konsep Rig-Veda) lambat laun mengalami evolusi spiritual dan menjadi Gajavadana-Ganeshya-Vighneswara. Di Rig-Veda  beliau  juga disebut  sebagai Brhaspati dan Vasaspati (wujud cahaya). Beliau sering  dilukiskan berwarna merah keemas-emasan dan  kampak perang kecil adalah  senjatanya yang paling ampuh, tanpa  karunia dan persetujuan  beliau semua ritus-ritus agama  menjadi sia-sia, beliau tidak menerima caru dalam bentuk daging atau makanan berjiwa, namun selalu dalam bentuk manis-manisan saja, seperti buah dan berbagai sesajen  buatan tangan sendiri. Beliau  selalu didampingi para gana (grup penyanyi dan penari),  beliau juga hadir sebagai penuntun para dewa selain manusia, dan senantiasa  menuntun kita  semua ibarat bundanya Durga dan Parwati ke arah kebajikan.

Om Gum Ganapata Yei Namaha, Om Gum Ganapata Yei Namaha

Semoga jalan saya selalu damam lindungan Sri Ganesha

Kategori:Hindu (3^~)
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: