Beranda > Hindu (3^~) > Penemuan jembatan Ramayana (Sri Rama Bridge)

Penemuan jembatan Ramayana (Sri Rama Bridge)

Penemuan jembatan Ramayana (Sri Rama Bridge)

saia membaca dari media hindu punya pak bos tentang jembatan (Sri Rama Bridge) yang menghungungkan antara daratan india dengan sri lanka untuk lebih jelas baca ajah  ^_^ qupix

Semua kisah tentang perjalanan hidup manusia kera dan Rama, terangkum dalam kitab suci Ramayana yang ditulis oleh pendeta Walmiki untuk mengenang kisah kepahlawanan Hanuman dan perjuangan cinta Sri Rama terhadap istrinya Dewi Sinta. Di dalam cerita Ramayana tersebutlah kisah bahwa ia hendak menyelamatkan istrinya “Dewi Sinta” yang diculik oleh Rahwana dan dibawa ke negeri Alengka. Saat Rama dan adiknya Lasmana beserta para tentaranya bersiap-siap menuju Alengka, mereka harus berhenti karena terhalang oleh luasnya laut yang membentang didepan.

Sri Rama dan pemimpin wanara lainnya akhirnya harus berunding untuk memikirkan cara menyeberang ke Alengka mengingat tidak semua prajuritnya bisa terbang. Keputusannya Rama menggelar suatu upacara di tepi laut untuk memohon bantuan dari Dewa Baruna. Selama tiga hari Rama berdo’a namun tidak mendapat jawaban, akhirnya kesabarannya habis, kemudian ia mengambil busur dan panahnya untuk mengeringkan lautan.

Melihat laut akan binasa, Dewa Baruna datang menemui Rama dan meminta maaf atas kesalahannya. Dewa Baruna menyarankan agar para wanara membuat jembatan besar tanpa perlu mengeringkan atau mengurangi kedalaman lautan. Nila pun ditunjuk sebagai arsitek jembatan tersebut.

Dibantu panglima kera Hanuman dan jutaan pasukan kera dari Raja Sugriwa, Sri Rama mengurug (menimbun) lautan dengan batu karang dan membangun jembatan selama bertahun tahun. Jembatan ini dibangun dengan menggunakan batu dan pasir apung, namun para Dewa mengatakan dikemudian hari batuan tersebut akan menancap ke dasar laut, yang akhirnya menciptakan rangkaian batu karang. Setelah bekerja dengan giat, jembatan tersebut terselesaikan dalam waktu yang relatif singkat dan diberi nama “Situbanda”. Kemudian berkat jembatan inilah pasukan Rama akhirnya berhasil menyeberang dan menaklukan kerajaan Alengka serta merebut Dewi Sinta dari Rahwana.]

Reruntuhan jembatan kuno antara India dan Sri Lanka, seperti terkisah dalam wiracarita Ramayana. Kini berada di dasar laut ini sebabagai bukti fisik waktu jaman itu sri rama pernah hidup karena Jembatan Sri Rama ini merupakan satu-satunya bukti fisik adanya kisah epos klasik dunia “Ramayana” dan juga menunjukkan kepada kita tentang keberadaan dan kemajuan peradaban meraka di masa lalu

Namun sayang dengan alasan membuka jalur perdagangan laut, pemerintah India berencana membongkar jembatan ini. Sehingga banyak kalangan umat Hindu tidak setuju dengan rencana pemerintah India itu. “Umat Hindu dunia mesti menyelamatkan jembatan ini, karena ia tak saja merupakan warisan dunia, tapi satu-satunya bukti fisik yang diwariskan Ramayana

by putuoq qupix

metode penulisan dari beberapa sumber yang saia salain dan diambil intinya

Kategori:Hindu (3^~)
  1. ghofar
    Juli 25, 2011 pukul 4:46 am

    AMAZING……..

  2. budi waluyo jati
    Januari 23, 2012 pukul 8:16 am

    baik jugatuh nasa mengungkap tabir sejarah dunia khusunya tentang sejarah Ramanaya atau baratayuda.

    • Desember 9, 2012 pukul 5:02 pm

      ia tapi sayang pak jembatannya mau di bongkar karna masalah ekonomi biar kapal bisa masuk, sayang banget ia usianya udah 4000 thn???

  3. budi waluyo jati
    Januari 23, 2012 pukul 8:20 am

    coba penemuan tersebut di sosialsikan ke umat lain yang berada di tanah jawa biar semuanya menjadi terbuka oke pak bos

    • Desember 9, 2012 pukul 5:01 pm

      sippppppppp pak mungkin PHDI yang berperan ^^

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: